Contoh-Contoh Alat Ukur Besaran Pokok dan Penjelasannya

Alat ukur besaran pokok tentu bukanlah suatu hal yang asing terutama bagi mereka yang pernah belajar ilmu fisika. Alat ukur tersebut memakai satuan ukur yang diakui secara internasional.

Contents

Definisi Besaran Pokok

Alat ukur besaran pokok akan lebih mudah dipahami cara penggunaannya dengan terlebih dahulu mengetahui definisi dari besaran pokok itu sendiri.

Besaran pokok merujuk pada besaran yang satuannya telah ditetapkan secara internasional dan besaran tersebut tidak bisa diturunkan lagi dari besaran lain.

Pada umumnya, besaran pokok dipakai dalam kegiatan pengukuran di bidang-bidang eksak dan sains.

Alat ukur besaran pokok merupakan alat yang diperlukan untuk mengetahui nilai dari masing-masing besaran pokok.

Dengan terlebih dahulu mengetahui besaran pokok, kita akan lebih mudah menemukan besaran turunan. Pasalnya, nilai dari besaran turunan beserta satuannya sangat bergantung pada besaran pokok.

Contoh besaran turunan yang diakui satuan internasional beserta alat ukurnya adalah kecepatan (v) yang diukur dengan alat bernama velocimeter.

Contoh Alat Ukur Besaran Pokok

Besaran pokok yang ditetapkan oleh Satuan Internasional meliputi tujuh jenis.

satuannya dilambangkan dengan kilogram (kg), panjang dengan satuan meter (m), waktu memiliki satuan pokok detik/sekon (s), dan suhu yang dilambangkan dengan satuan kelvin (K).

Sementara itu tiga satuan pokok lainnya adalah kuat arus dengan satuan ampere (A), intensitas cahaya dengan satuan Candela (Cd), dan yang terakhir adalah jumlah zat yang dinyatakan dalam mole (mol).

Nilai besaran pokok bisa didapatkan dengan melakukan pengukuran terhadap besarannya.

1. Alat Ukur Massa (Kg)

Massa merupakan satuan pokok yang menunjukkan jumlah materi atau zat yang ada di dalam suatu benda.

Ini berarti bahwa jenis dan jumlah zat yang terkandung di dalam sebuah benda akan sangat berpengaruh pada besar massa benda tersebut.

Satuan massa yang telah ditetapkan berdasarkan Satuan Internasional (SI) adalah kilogram.

Sementara itu, untuk mengukur massa dari sebuah benda diperlukan sebuah alat ukur khusus yang biasa dikenal dengan sebutan neraca.

Neraca sendiri memiliki berbagai macam jenis seperti neraca kimia, neraca lengan, serta neraca digital.

Meskipun sama-sama berfungsi untuk mengukur massa benda, namun masing-masing jenis neraca memiliki fungsi pengukuran yang lebih spesifik.

Baca Juga : Apa Saja Yang Termasuk Dalam Alat Ukur Massa?

2. Alat Ukur Panjang (m)

Panjang memiliki definisi jarak yang terdapat di antara dua titik pada suatu ruang. Satuan panjang yang diakui oleh Satuan Internasional (SI) dan digunakan secara luas adalah meter (m).

Besaran panjang sendiri mencakup berbagai macam jenis dan semuanya mengacu ke satuan meter.

Selain jarak, masih ada ketinggian, diameter, keliling, serta kedalaman yang juga tergolong ke dalam besaran panjang.

Maka hasil pengukuran untuk mengetahui besaran-besaran tersebut juga dinyatakan dalam meter.

Beragamnya besaran panjang yang bisa diukur juga membuat alat ukur besaran pokok untuk panjang bervariasi jenisnya.

Sejumlah alat ukur yang dipakai untuk menentukan besaran panjang antara lain mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.

Baca Juga: Ketahui Apa Saja Yang Termasuk Alat Ukur Panjang Baku

3. Alat Ukur Waktu (s)

Waktu juga merupakan besaran pokok yang satuannya telah ditetapkan dalam Satuan Internasional (SI).

Waktu adalah besaran yang biasanya dipakai untuk menunjukkan seberapa lama sebuah peristiwa berlangsung.
Satuan pokok yang telah diakui secara internasional untuk menunjukkan waktu adalah second (S).

Dalam pengukuran waktu, second merupakan satuan terkecil yang telah ditetapkan dan digunakan di seluruh dunia meskipun kita juga mengenal satuan lain seperti millisecond, menit, dan jam.

Untuk mengetahui besaran waktu, diperlukan alat khusus yang dikenal dengan nama stopwatch.

Baca Juga : Macam Macam Alat Ukur Waktu dan Kegunaannya

4. Alat Ukur Suhu (K)

Besaran pokok lainnya yang memiliki Satuan Internasional adalah suhu.

Suhu merupakan ukuran untuk mengetahui kondisi panas atau dinginnya sebuah benda. Orang kerap kali menggunakan tangan untuk meraba benda jika ingin mengetahui suhunya.

Hal tersebut tentu tidak akan memberikan hasil yang akurat karena suhu tubuh manusia pun berbeda-beda.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah alat khusus yang berfungsi untuk mengetahui besaran nilai dari suhu benda yang diukur.

Alat ukur khusus yang digunakan untuk mengukur suhu bernama thermometer. Sedangkan, satuan pokok untuk suhu yang telah ditetapkan oleh Satuan Internasional adalah Kelvin (K).

5. Alat Ukur Kuat Arus Listrik (A)

Besaran pokok selanjutnya yang masuk dalam Satuan Internasional adalah kuat arus listrik.

Besaran yang satu ini menunjukkan jumlah muatan listrik yang mengalir per satuan waktu dalam sebuah kawat penghantar.

Alat ukur besaran pokok yang diakui di seluruh dunia untuk kuat arus listrik adalah amperemeter.

Sementara itu, Satuan Internasional yang digunakan untuk menyatakan besaran arus listrik adalah ampere (A).

6. Alat Ukur Intensitas Cahaya (Cd)

Intensitas cahaya merupakan pada besaran yang diakui secara Internasional untuk mengetahui daya yang dihasilkan oleh sebuah sumber cahaya pada arah dan satuan sudut tertentu.

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan berbagai macam alat ukur intensitas cahaya.

Namun, alat ukur yang ditetapkan secara Internasional untuk mengukur besarnya intensitas cahaya adalah lightmeter. Satuan Internasional untuk intensitas cahaya dinyatakan dalam candela (Cd).

Lebih Detail: Intensitas Cahaya dan Alat Ukurnya

7. Alat Ukur Jumlah Zat (Mol)

Jumlah zat merupakan besaran pokok terakhir yang ditetapkan oleh Satuan Internasional.

Besaran ini dipakai untuk menunjukkan jumlah zat dasar pada suatu benda yang biasanya terdiri dari elektron, atom, molekul, ion, serta partikel lainnya.

Satuan Internasional untuk jumlah zat dinyatakan dalam molekul (mol).

Akan tetapi tidak ada alat ukur khusus untuk besaran ini sehingga untuk mendapatkan hasil pengukuran, Anda perlu terlebih dahulu mengukur besaran massa zat.

Mengetahui alat ukur besaran pokok dan satuannya sangat penting terutama jika melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengukuran.

Dengan begitu Anda bisa memberikan hasil pengukuran yang dipahami secara Internasional.

Leave a Comment