Satuan Tegangan Arus Listrik Daya Listrik dan Hambatan

Dalam dunia kelistrikan, sudah sangat umum apabila seseorang memahami satuan tegangan listrik dan daya listrik. Dua hal ini adalah sesuatu yang sangat penting dan perlu dipahami secara menyeluruh.

Satuan Tegangan Listrik dan Daya Listrik, Arus, dan Hambatan

Materi yang berhubungan dengan tegangan listrik serta daya, arus, dan hambatan sudah dipelajari pada SMP. Selanjutnya juga akan dipelajari secara khusus di SMA hingga jenjang kuliah.

Meski materi yang berhubungan dengan hal ini sangat teknis, seseorang harus benar-benar memahaminya apalagi bisa berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Untuk itu pahami satuan tegangan listrik dan daya listrik disertai dengan arus serta hambatan yang akan dibahas selengkapnya di bawah ini.

1. Satuan Tegangan Listrik

Tegangan listrik adalah suatu nilai atau perbedaan tegangan antara dua kutub dalam rangkaian listrik tertutup. Perbedaan inilah yang memicu munculnya tegangan listrik dan akhirnya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Tegangan listrik memiliki satuan volt atau bisa disimpulkan sebagai V.

Suatu tegangan tidak akan muncul apabila tidak dibarengi dengan adanya arus listrik yang mengalir dan juga hambatan yang bisa muncul karena menggunakan media transfer dalam bentuk kabel.

Normalnya untuk menghitung tegangan bisa menggunakan rumus di bawah ini.

V : I x R

  • Keterangan:
  • V: Tegangan listrik dalam volt
  • I : Arus Listrik dalam ampere
  • R: Hambatan Listrik dalam ohm

Contoh:

Suatu rangkaian listrik tertutup memiliki arus sebesar 3 ampere. Dalam arus tersebut juga terdapat hambatan listrik yang besarnya sekitar 5 ohm.

Berapa kira-kira tegangan listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut?

Jawaban: V : I x R : 3 x 5 : 15 volt

2. Satuan Daya Listrik

Daya listrik adalah suatu energi listrik yang mengalir dalam waktu atau satuan waktu. Biasanya satuan waktu yang digunakan adalah detik dan juga jam tetapi tergantung juga dengan kebutuhan.

Daya ini diperlukan untuk mengetahui kemampuan dari suatu listrik yang ada pada rumah atau suatu bangunan. Apabila Anda pernah mendengar adanya listrik 900 watt. Berarti dayanya sebesar 900.

Satuan daya listrik yang digunakan saat ini adalah Watt atau sering disimbolkan dengan huruf w.

Satuan ini sangat penting dalam dunia kelistrikan karena biasanya digunakan juga untuk standar dari daya yang dimiliki oleh suatu alat elektronik.

Perhatikan contoh di bawah ini:

Suatu rumah memiliki daya sekitar 900 w. Tetapi peralatan elektronik yang ada di dalamnya melebihi total daya tersebut.

Apabila seluruh alat dinyalakan secara bersamaan kemungkinan besar tidak akan bisa berjalan. Listrik akhirnya padam dan menunggu beberapa alat dilepas terlebih dahulu.

Rumus daya listrik:

P = V x I
P = I² x R
P = V² : R

  • Keterangan:
  • P = Power/Daya listrik dalam watt
  • V = Tegangan listrik dalam volt
  • I = Arus listrik dalam ampere
  • R = Hambatan listrik dalam ohm

Contoh soal:

Sebuah alat elektronik arus listrik sebesar 10 ampere. Sementara itu voltase yang dimiliki sebesar 30 volt. Berapa dayanya?

Jawaban : P = V x I : 30 x 10 : 300 watt

3. Satuan Arus Listrik

Arus listrik adalah aliran dari suatu arus kelistrikan dari yang memiliki tegangan tinggi ketegangan yang lebih rendah.

Tegangan ini akan memiliki satuan tersendiri yaitu ampere.

Apabila anda memperhatikan beberapa peralatan elektronik yang digunakan seperti ponsel ataupun komputer biasanya akan ada satuan ampere yang tertulis. Satuan ini digunakan untuk menyesuaikan tegangan listrik yang dimiliki di rumah.

Satuan arus listrik seperti yang sudah dijelaskan di atas selalu berhubungan dengan daya dan juga voltase. Jadi tidak bisa dipisahkan karena akan saling terkait satu dengan yang lain.

Untuk rumus dari arus listrik bisa disimak di bawah ini.

I = V / R

  • Keterangan :
  • I = Arus listrik dalam ampere
  • V = Tegangan listrik dalam volt
  • R = Hambatan listrik dalam ohm

Contoh soal:

Suatu peralatan listrik memiliki tegangan sebesar 20 volt. Selain itu hambatan yang digunakan dari beberapa alat seperti kabel dan juga resistor sebesar 5 ohm. Berapa arus listrik yang mengalir di sana?

I = V / R : 20/5 : 4 ampere

4. Satuan Hambatan Listrik

Suatu alat listrik jenis apapun pasti akan menggunakan alat untuk melakukan transfer energi. Alat yang digunakan bisa dalam bentuk kabel atau peralatan lain yang didalamnya juga terdapat resistor atau hambatan.

Hambatan ini akan membuat arus listrik tidak bisa mengalir dengan baik sehingga memiliki rasio atau hitungan tersendiri. Satuan hambatan listrik adalah ohm.

Untuk bisa menghitung hambatan listrik seseorang bisa menggunakan rumus di bawah ini.

R = V / I

Contoh soal:

Suatu rangkaian listrik memiliki tegangan sekitar 20 volt. Sementara itu arus yang mengalir di sana sekitar 2 ampere. Berapa hambatan yang dimiliki rangkaian tersebut?

Jawaban : R = V / I : 20/2 : 10 ohm

Semakin kecil arus yang mengalir pada suatu rangkaian biasanya akan sebanding dengan meningkatnya jumlah dari resistor atau hambatan.

Sebaliknya apabila hambatan bisa dibuat semakin kecil. Arus yang mengalir pada suatu rangkaian akan semakin besar.

Memahami satuan tegangan listrik dan daya listrik sangat penting untuk semua orang karena akan berguna untuk kehidupan sehari-hari. Apalagi saat ini semua rumah pasti menggunakan listrik dengan ukuran atau jenis yang berbeda-beda.

Dengan memahami hal tersebut maka penggunaan dari listrik bisa lebih dimaksimalkan. Selain itu ketika akan membeli peralatan elektronik juga akan memahami kira-kira mana ukuran yang paling tepat.

Meski tidak dipergunakan setiap hari setidaknya mempelajari hal ini bisa berguna. Khususnya mereka yang ingin memperbaiki kelistrikan rumahnya atau membagi arus tanpa menimbulkan risiko yang besar.

Leave a Comment