Pengertian Mobil Molen, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Anda pasti sudah berkali-kali melihat mobil molen di jalan, terutama mendekati lokasi pekerjaan konstruksi. Ada sebenarnya fungsi dari mobil raksasa ini dan bagaimana cara kerjanya?

Pengertian dari Mobil Molen

Mobil molen atau truk molen merupakan sebuah kendaraan besar yang disebut dengan Mixer Truck dalam bahasa Inggris. Mobil ini adalah sebuah alat yang sangat penting dalam proyek konstruksi.

Biasanya, pekerjaan konstruksi atau pembangunan dengan skala besar akan membutuhkan mobil ini. Tugas utama kendaraan raksasa ini adalah untuk mengaduk material konstruksi yaitu beton.

Mesin yang digunakan untuk menjalankan pengaduk betonnya adalah full mobile atau semi mobile dengan mesin statis. Bentuknya tampak seperti molen besar saat mesin difungsikan.

Jenis Truk Molen dan Kegunaannya

Truk molen sendiri tersedia dalam beberapa jenis berbeda. Setiap jenis kendaraan molen ini mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda juga.

Setiap jenis truk molen ternyata juga mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut ini adalah 2 jenis truk molen atau truk mixer, dan kelebihan serta kekurangannya:

1. Mobil Molen Standar

Jenis yang pertama disebut juga sebagai readymix concrete. Jenis truk yang satu ini mempunyai fokus utama untuk mengangkut material beton cor dari pabrik beton atau batching plant.

Beton tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi pengecoran. Truk molen yang satu ini mempunyai daya angkut sebanyak 7m³ dalam sekali angkut atau satu kali perjalanan.

Sayangnya, mobil ini tidak mampu melewati jalanan sempit. Fungsi utama kendaraan ini adalah mengubah mineral alam dan bebatuan sesuai ukuran yang diperlukan.

Hasilnya ada semen, beton, aspal, dan batuan bergradasi. Kendaraan ini bisa mencampur material sehingga masuk dalam kategori kendaraan atau alat pemroses.

2. Mobil Molen Mini

Jenis berikutnya adalah truk molen yang berukuran mini atau lebih kecill dibandingkan dengan truk molen sebelumnya. Truk yang satu ini mempunyai volume muat lebih kecil.

Dalam sekali angkut atau sekali jalan, truk molen ini hanya mampu membawa beton cor sebanyak 3m³ saja. Tapi kendaraan ini lebih fleksibel dibandingkan dengan jenis sebelumnya.

Selain itu, truk molen mini juga sanggup menempuh segala medan jalanan. Jalan yang sempit dan menanjak bukanlah halangan karena bisa dilewati dengan mudah oleh kendaraan ini.

Kelebihan lain truk molen mini adalah kecepatan pemutarannya yang bisa mencapai 8 sampai 12 putaran per menitnya. Tujuan putaran ini adalah mencegah beton cor agar tidak mengeras.

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Molen

Setiap kendaraan dan alat berat yang digunakan di pekerjaan konstruksi mempunyai kelebihan serta kekurangannya sendiri. Begitu juga dengan truk molen, baik yang standar maupun yang lebih kecil.

Secara umum, ada 5 kelebihan dan 2 kekurangan yang dimiliki oleh semua jenis truk mixer atau truk molen. Berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan alat berat pengaduk beton:

Kelebihan

  • Biaya produksinya relatif rendah.
  • Bisa dioperasikan dengan mudah sehingga tidak membutuhkan operator khusus.
  • Proses perawatan serta perbaikannya juga mudah.
  • Mudah untuk dipindahkan sehingga bisa langsung ditempatkan di lokasi pekerjaan.
  • Hasil campurannya lebih merata atau homogen dibandingkan dengan hasil pencampuran manual.

Kekurangan

  • Kurang cocok untuk mencampur beton dengan kualitas atau mutu tinggi.
  • Kurang cocok untuk proyek konstruksi yang membutuhkan beton dalam jumlah atau volume banyak, karena kapasitas produksi alat ini termasuk kecil.

Setelah memahami berbagai jenis, fungsi, dan kelebihan serta kekurangan truk molen, Anda juga perlu memahami bagaimana truk molen bekerja dan kenapa alat ini harus selalu berputar.

Siapapun yang berencana menggunakan truk molen dalam sebuah proyek konstruksi, harus memahami cara kerjanya dan berbagai pertimbangan yang bisa mempengaruhi kualitas beton cor.

Cara Kerja Mobil Molen

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar truk molen ini bisa bekerja dengan baik, dan muatannya bisa diantar ke lokasi pekerjaan konstruksi dalam kondisi yang bagus dan siap digunakan.

Di bawah ini adalah 8 syarat penting yang perlu diperhatikan dan dipenuhi saat akan menggunakan alat berat truk molen dalam pekerjaan konstruksi:

  • Pertama-tama, para pekerja harus mengangkut material dalam bentuk kering terlebih dulu dan memasukkannya ke dalam truk molen.
  • Selanjutnya air dimasukkan ke dalam tangki pencampuran sehingga proses pencampuran kedua material pun bisa dimulai.
  • Agar beton cor tetap dalam kondisi homogen atau merata dan tidak mengalami pengerasan, tangki pencampuran harus selalu berputar selama perjalanan menuju ke lokasi proyek.
  • Dalam satu menit, tangki pencampuran akan berputar antara 9 hingga 13 kali. Jarak tempuh truk mixer ini tidak boleh lebih dari 2 jam.
  • Jika terlalu lama menghabiskan waktu dalam perjalanan, beton cor di dalam tangki pencampuran bisa mengeras meskipun tangki sudah selalu berputar.
  • Cuaca, suhu, dan kondisi lalu lintas harus diperhitungkan sebelum beton cor dikirim dari pabrik ke lokasi proyek agar beton cor tetap dalam kondisi bagus saat tiba di lokasi konstruksi.
  • Kecepatan maksimal mobil molen adalah 95 km/h atau 55 mil/jam dan tidak boleh lebih. Kalau truk ini tidak bisa mengakses area secara langsung, diperlukan proses tambahan.
  • Jika truk molen tidak bisa secara langsung mengakses area yang akan dicor, akan dilakukan penyambungan menggunakan concrete pump.

Jika syarat di atas tidak dipenuhi, bisa jadi beton cor yang tiba di lokasi pekerjaan konstruksi malah tidak bisa digunakan, karena pencampurannya tidak merata atau terlanjur mengeras.

Hal ini tentu akan menyebabkan kerugian pada proyek konstruksi dalam jumlah besar. Syarat-syarat di atas harus benar-benar diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan perjalanan mobil molen.

Leave a Comment