Pengertian MCB: Fungsi, Jenis, Komponen, Cara Kerja, Perbedaan

MCB atau lebih dikenal sebagai miniatur circuit breaker adalah salah satu komponen penting dalam dunia kelistrikan. Apa itu MCB dan fungsinya untuk apa? mari kita simak dalam pembahasan berikut.

Contents

Pengertian MCB

MCB adalah pemutus aliran listrik yang sering ditemukan di rumah, perkantoran dan sebagainya. Kegunaan MCB sendiri yaitu sebagai pengamanan aliran listrik.

MCB dan MCCB sebenarnya memiliki pengertian dan fungsi yang sama. Meski begitu, terdapat perbedaan diantara MCB dan MCCB. Perbedaan tersebut bukan berarti ada yang lebih bagus atau lebih jelek, melainkan fungsi inti dari keduanya. Berikut ulasan lengkapnya:

Perbedaan MCB dan MCCB

Pada kalimat pembuka, telah dijelaskan bahwa MCB adalah pemutus sirkuit pada aliran listrik. Ternyata, MCCB juga adalah pemutus sirkuit aliran listrik. Meski keduanya sama-sama pemutus aliran listrik, namun terdapat perbedaan pada penggunaannya. Diantaranya yaitu:

  • MCB berfungsi melindungi kabel dari arus listrik yang berlebihan, sedangkan MCCB digunakan untuk melindungi kabel dari suhu yang berubah.
  • MCB memiliki standar yang stagnan dalam pengaturannya, sedangkan MCCB pengaturannya dapat diubah sesuai kebutuhan. Maksudnya, arus listrik pada MCB tidak bisa diatur tinggi rendahnya. Sedangkan melalui MCCB, arus listrik bisa disesuaikan kebutuhan.
  • MCB digunakan pada arus listrik dengan tekanan cukup rendah, sedangkan MCCB banyak digunakan pada arus listrik tegangan tinggi.
  • MCB memiliki kapasitas listrik sebesar 63 amps, sedangkan MCCB memiliki kapasitas sebesar 1000 mps.

Fungsi MCB

Setelah mengetahui perbedaan MCB dan MCCB, kenali fungsi MCB lebih dekat. Meskipun telah dibahas secara singkat, namun ketahui fungsi MCB lebih dekat. Berikut merupakan fungsi MCB:

1. Pemutus Arus Listrik

Fungsi pertama MCB yaitu untuk memutus aliran listrik. Biasanya ketika terjadi konslet aliran listrik, MCB bisa melakukan pemutusan dengan otomatis. Sehingga tidak akan terjadi kebakaran besar. Untuk menghindari hal tersebut, pemilik bisa memasang MCB tidak hanya pada satu bagian saja. Tujuannya agar ketika terjadi konslet, pemilik bisa mematikan seluruh aliran listrik dengan 1 remot saja.

2. Melindungi Beban Listrik

Ketika terjadi overload pada beban listrik, kemungkinan terburuknya akan terjadi konslet secara keseluruhan. Untuk melindungi hal tersebut, MCB biasanya menandai dengan cara mematikan aliran listrik secara otomatis. Apabila hal ini terjadi, maka lepas salah satu bagian listrik, kemudian nyalakan MCB lagi.

3. Melindungi dari Akibat Buruk Konslet

Hampir mirip dengan beban lebih, konslet bisa terjadi akibat adanya reaksi panas yang diterima. Namun pada kejadian konslet, besar panas yang diterima termasuk tinggi dan beresiko. Arus panas ini diterima dan kemudian berubah menjadi gaya magnet yang bergesekan. Secara tidak langsung, aliran listrik akan terputus.

Komponen MCB

Tidak hanya mengenali fungsi MCB, seseorang juga harus mengetahui komponen yang ada pada MCB. Tujuannya agar tidak terjadi kekeliruan saat akan membenarkan MCB. Berikut merupakan komponen yang terdapat pada MCB:

1. Toggle Switch

Bagian ini biasanya terdapat pada bagian luar MCB. Toggle switch bertugas sebagai penggerak on-off pada arus listrik. Bagian ini yang biasanya dilihat untuk mengetahui apakah listrik dalam keadaan mati atau hidup.

2. Terminal

Bagian ini merupakan bagian terpenting. Apabila terminal dalam kondisi rusak, maka dapat dipastikan arus listrik tidak bisa mengalir. Tugas terminal disini sebagai alat yang menyambungkan kabel listrik pada MCB.

3. Bimetal

Bimetal atau sering disebut thermal trip merupakan komponen yang bisa melengkung jika arus listrik melebihi kapasitas. Hal ini disebabkan suhu panas yang mengalir sangatlah tinggi. Apabila dibiarkan, bimetal bisa terputus.

4. Pemadam Busur Api

Apabila terjadi konslet parah, biasanya percikan api akan keluar pada MCB. Untuk mencegah kebakaran akibat percikan api, MCB dilengkapi pemadam busur api. Gunanya tentu saja untuk melindungi agar tidak terjadi kebakaran.

5. Kontak Arus Listrik

Komponen ini bisa dibilang sistem otomatis yang terdapat pada MCB. Kontak arus listrik biasanya merenggang ketika arus listrik tersambung maupun terputus. Peregangan ini dilakukan agar tidak terjadi konslet.

6. Solenoid

Fungsi utama dari komponen MCB satu ini yaitu untuk mendeteksi terjadinya arus listrik yang sangat tinggi. Sama seperti komponen lainnya, ketika arus listrik sedang tinggi solenoid akan bereaksi panas. Kemudian panas tersebut akan menghasilkan gaya magnet dan menarik toggle switch agar listrik terputus.

Cara Kerja MCB

Mengetahui MCB adalah pemutus sirkuit, tentu serta merta tidak bisa ditelan begitu saja. Cara kerja MCB pun harus diketahui seperti apa. Sebenarnya cara kerja MCB sudah sempat disinggung sedikit pada pembahasan di atas. Namun tentu tidak lega rasanya jika tidak dijelaskan secara detail.

  • MCB memang bisa dioperasikan secara manual melalui toggle switch dengan cara mengarahkan pada bagian atas untuk menyalakan arus listrik. Dan untuk mematikan arus listrik, alihkan toggle switch pada bagian bawah.
  • Pada mode keamanan otomatis, MCB memiliki dua komponen yang bisa melindungi. Komponen pertama yaitu thermal tripping yang bereaksi karena arus panas yang dihasilkan. Komponen kedua yaitu magnetic tripping yang berfungsi untuk memutus arus listrik akibat gaya magnet yang dihasilkan solenoid.
  • Prinsip kerja MCB secara otomatis ini dilakukan sesuai gangguan yang terjadi. Apabila beban arus listrik berlebih, maka prinsip thermal tripping akan digunakan MCB. Sedangkan ketika korsleting terjadi, maka MCB akan menggunakan prinsip magnetic tripping.

Setelah mengetahui bahwa MCB adalah pemutus sirkuit beserta cara kerjanya, tidak perlu kebingungan apabila terjadi pemutusan arus listrik secara tiba-tiba. Bisa jadi hal tersebut sebagai pengingat bahwa beban listrik yang digunakan melebihi kapasitasnya. Apabila hal tersebut benar adanya, cukup arahkan toggle switch ke arah atas.

Leave a Comment