Unsur Logam – Semi Logam – Non Logam: Sifat, Contoh, Perbedaan

Sebagai zat tunggal, nyatanya unsur bermanfaat untuk pembentukan berbagai objek di dalam kehidupan manusia.

Contoh yang biasa ditemui adalah unsur logam dan non-logam berupa emas, aluminium, nikel, karbon, dan sebagainya.

Apa Itu Logam?

Logam adalah material yang bersifat berkilau, keras, tidak bisa ditembus cahaya, dan mempunyai daya hantar listrik yang baik.

Biasanya, unsur yang satu ini cenderung mudah dibentuk dan diubah secara permanen.

Keunikan lain yang bisa ditemukan pada logam adalah sifatnya yang mampu ditarik sebagai kawat halus, gampang meleleh, serta tidak terjadi patahan atau retakan ketika dibentuk sesuai kebutuhan.

Setiap unsur logam mempunyai ciri khas serta keunikan yang berbeda. Jika dilihat secara umum, terdapat 91 logam dari total 118 unsur yang tersebar sebagai material alami.

Perlu upaya dan teknik penggabungan unsur apabila atom pada logam ingin diperbesar. Walaupun demikian, masih ada unsur sederhana yang belum digolongkan sebagai logam atau non-logam.

Klasifikasi Logam

Jika mendengar kata logam, nyatanya istilah dan unsur ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian. Ketiganya mampu melengkapi kebutuhan manusia dalam memudahkan pekerjaannya.

Umumnya, pengelompokkan ini juga didasarkan pada pertimbangan penghantaran panas.

1. Unsur Logam

Merupakan unsur kimia yang bisa tersusun menjadi kation atau ion. Sifatnya mampu menghantarkan listrik maupun panas dengan baik dan tergolong mengkilap.

Suhu dan tekanan dalam kadar normal mampu membuat logan menjadi material padat. Meskipun demikian, logam raksa tidak memiliki ciri-ciri yang sudah disebutkan.

Di samping itu, logam lebih gampang ditempa dalam pembentukannya menjadi produk tertentu. Penggolongan logam bisa dilihat melalui tabel periodik.

  • Contohnya adalah emas, kalium, kalsium, mangan, natrium, dan lain-lain.

2. Unsur Semi Logam

Biasa disebut juga dengan metaloid dan mempunyai sifat gabungan antara logam serta non-logam. Oleh sebab itu, tidak heran jika golongan unsur ini termasuk semikonduktor.

Artinya, penghantaran listrik berlangsung dengan sangat baik jika berada pada suhu yang sangat tinggi. Sebaliknya, panas dan listrik sulit diteruskan pada suhu lebih rendah.

  • Contoh dari unsur semi logam adalah silikon, arsen, germanium, boron, tellurium, serta polonium.

3. Unsur Non-Logam

Secara umum, non-logam berupa padat atau gas pada suhu dan tekanan dalam kadar normal. Jika termasuk padat, penampakannya getas dan cenderung keras.

  • Beberapa unsur kategori non-logam, terdiri dari oksigen, nitrogen, karbon, belerang, fosfor, dan sebagainya.

Unsur-unsur tersebut terletak di bagian kanan atas dari tabel periodik, pengecualian terhadap hidrogen yang masih termasuk logam alkali.

Sifat-Sifat Logam

Logam memang bermanfaat sebagai bahan utama, pelapis, hingga bahan baku dalam rangkaian penyepuhan perak.

Unsur dari materi logam memang mempunyai kondisi mudah teroksidasi, korosif, atau berkarat hingga berakibat rentan reaksi ketika tercampur dengan HCl atau asam klorida.

Namun, pertimbangan lain yang dipakai adalah harganya yang terjangkau dan tergolong kuat. Secara lebih detail, berikut ini sifat-sifat yang biasa ditemui pada unsur logam:

1. Sifat Fisika

Secara fisika, logam merangkum berbagai sifat khusus berupa massa jenis tinggi, densitas tinggi, penghantar panas atau termal yang sangat baik, serta mempunyai konduktivitas listrik tinggi.

Fisiknya lebih mengkilap dan lentur fleksibel. Penempaannya mudah berdasarkan kebutuhan saat itu juga.
Mengapa selalu padat? Jumlah elektron bebas pada unsur cenderung lebih tinggi tidak menyebabkannya berubah transparan.

Sedangkan, sifat fleksibel berasal dari kekuatan ikatan logam yang tinggi sehingga atom-atomnya cukup bergeser tanpa memutuskan ikatan.

2. Sifat Kimia

Jika bereaksi langsung dengan oksigen, logam bisa membentuk aliran kation dan menghasilkan peristiwa oksidasi dalam kadar basa.

Meskipun begitu, proses oksidasi cenderung menyesuaikan unsur logam yang dimaksud. Beberapa contoh dari hasil oksidasi dengan sifat basa adalah kalsium oksida, aluminium oksida.

Korosi ini bisa dicegah apabila logam melewati proses plating, anodisasi, dan pengecatan.

3. Sifat Magnet dan Kelistrikan

Unsur logam punya kemampuan untuk bergerak secara orbital terhadap inti atom. Sebagian jenis logam biasanya menjadi bahan dasar pembuatan magnet permanen karena sifatnya yang feromagnetik.

Sedangkan, aspek kelistrikan logam adalah temperatur pertahanan kuat, tolakan terhadap aliran listrik, penahan terhadap tegangan tinggi, hingga konduktivitas pada status baik.

Hal tersebut diakibatkan oleh adanya gerakan bebas dan perpindahan dari elektron valensi.

4. Sifat mekanik

Fleksibilitas dari logam sangatlah diperhitungkan akibat adanya daktilitas atau deformasi plastis.

Maksudnya adalah terjadi proses perubahan ukuran atau bentuk benda karena adanya faktor gaya atau suhu yang dipasang. Tetapi, kondisi tersebut kembali lagi pada tingginya tingkat elastisitas bahan.

5. Sifat optik

Aspek optik pada logam dapat diketahui dari indeks bias, kemampuan pantulan, hingga koefisien penyerapan pada objek tertentu.

Logam mempunyai perbandingan kecepatan cahaya ketika sudah berada di ruang hampa udara.

Perbedaan dari Unsur Logam dan Non-Logam

Secara spesifik, logam dan non-logam bisa dibedakan jika terbiasa memperhatikan objek-objek yang terbentuk dari unsur-unsur tersebut.

Berikut ini perbedaan antara logam dan non-logam berdasarkan sifat yang dimilikinya:

  • Berbagai unsur logam yang tersebar di alam nyatanya bisa diambil dan dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
  • Logam mengalami proses pembentukan sedemikian rupa agar memiliki nilai fungsi berdasarkan sifat-sifat yang melekat pada masing-masing unsur.

Leave a Comment