Jenis Kolom Bangunan: Detail, Pengertian, Fungsi, Kegunaan

Di dalam sebuah analisis struktur, salah satu yang menjadi bagian penting pada struktur bangunan yaitu kolom. Lalu, apa saja jenis kolom bangunan dalam sebuah konstruksi?

Contents

Pengertian Kolom

Kolom adalah sebuah elemen pada struktur bangunan yang berperan sebagai penyangga beban vertikal batang atau yang berperan untuk memikul beban dari balok.

Peran kolom dalam konstruksi tentunya untuk membuat bangunan tidak mudah roboh sehingga aman untuk dipakai saat beraktivitas.

Jenis Kolom Bangunan

Berikut merupakan beberapa jenis kolom, yaitu:

  • Berdasarkan Jenis Penguatan

Kolom Terikat

Jenis kolom pertama adalah kolom terikat yang biasanya dibuat bersama dengan beton bertulang. Dengan memakai tulangan longitudinal, kolom ini dibatasi dalam tulang ikat yang jaraknya rapat.

Biasanya, jika jarak ikatan itu berjauhan maka kolom itu pasti akan mengalami keruntuhan geser dan akan mengarah kepada area ikatan.

Itulah mengapa hampir 95% semua bangunan itu sudah memakai kolom terikat.

Kolom Spiral

Kolom spiral ini merupakan kolom yang dibuat dengan bentuk batang tulangan memanjang yang kemudian diikat dalam tulangan, lalu dililit dengan begitu rapat.

Kolom ini pun juga biasa dikenal sebagai kolom yang sudah dibekali dengan penguat tulangan spiral secara rapat di mana jaraknya dibuat dengan ukuran yang sama.

Sebagian besar, kolom spiral ini sudah dibekali dengan pendukung yang dibuat secara melintang untuk mencegah terjadinya kolom dari yang namanya laras atau barreling.

Kolom Komposit

Jenis kolom ini terbuat dari besi coran yang telah dilapisi beton juga sudah diperkuat dengan tulangan yang bentuknya memanjang.

Biasanya, kolom ini akan dipakai untuk menghindari terjadinya korosi baja. Tentunya dengan penampang yang kecil, kolom ini mempunyai kekuatan yang tergolong tahan terhadap api.

  • Berdasarkan Jenis Pemuatan

Kolom Bermuatan Aksial

Jenis kolom biasanya terjadi diakibatkan karena beban aksial vertikal itu bekerja di bagian utama gravitasi penampang kolom.

Sebagai contoh dari kolom bermuatan aksial ini, yaitu terdapat pada kolom interior yang ada pada gedung bertingkat dengan beban simetris mulai dari pelat lantai sampai ke semua sisi.

Kolom Bermuatan Eksentrik Uniaksial

Ini merupakan kolom yang bekerja secara eksentrik yang dibuat pada sumbu X atau Y penampang kolom. Hal ini terjadi pada saat beban vertikal tidak terhimpit dengan titik berat penampang tadi.

Biasanya, kolom ini dijumpai di bagian kolom balok yang sudah terikat secara kuat dari satu sisi saja seperti kolom tepi.

Kolom Bermuatan Eksentrik Biaxial

Jenis kolom ini pada umumnya akan dipakai untuk kolom sudut dengan balok yang sudah terikat secara tegak lurus pada bagian atas kolom dan hanya dipakai pada konstruksi tertentu saja.

Kolom ini akan bekerja pada saat beban vertikal tidak saling berimpit dengan titik berat penampang kolom serta tidak bisa bekerja pada sumbu layu.

  • Berdasarkan Rasio Kelangsingan

Kolom Pendek

Kolom ini bisa disebut sebagai kolom pendek, jika misalnya dimensi lateral terkecilnya itu kurang dari 12.

Selain itu, kolom ini mempunyai kekuatan material serta bentuknya seperti geometri dari potongan melintang dan kuat tanpa terpengaruh oleh panjang kolom yang diakibatkan oleh defleksi lateral

Kolom Panjang

Jenis kolom ini merupakan dari kolom pendek yang mana terjadi jika dimensi lateral terkecilnya itu lebih dari 12.

Biasanya, kolom panjang ini jauh lebih lemah jika dibanding dengan kolom pendek, meskipun luas penampangnya adalah sama.

  • Berdasarkan Bentuk Kolom

Kolom Persegi

Kolom persegi pada umumnya akan dipakai pada konstruksi, khususnya pada bagian struktur berat.

Bukan hanya biaya pengerjaannya saja yang murah, namun untuk pengecorannya pun dikenal jauh lebih mudah, baik untuk masalah penutupan serta mendukung supaya tidak terjadi keruntuhan.

Kolom Melingkar

Jenis kolom ini biasanya akan dipakai pada tiang pancang serta elevasi bangunan. Ada lebih dari 4 batang baja longitudinal dimanfaatkan sebagai tulangan.

Selain itu, juga untuk ketahanan yang lebih tinggi daripada kolom persegi. Kolom ini pun begitu sering dipakai untuk dijadikan sebagai penyangga jembatan karena dinilai bisa menahan defleksi.

Kolom Berbentuk L

Jenis kolom ini biasanya berada pada sudut dinding batas dimana memiliki sifat yang hampir sama dengan kolom persegi.

Kolom Berbentuk T

Untuk jenis kolom ini biasanya akan dipakai berdasarkan persyaratan dari struktur. Biasanya, untuk pemakaiannya kebanyakan dibuat untuk konstruksi jembatan.

  • Berdasarkan Bahan Konstruksi

Kolom Beton Bertulang

Jenis kolom ini adalah kolom yang sudah dibekali dengan baja. Hal ini bertujuan untuk menaikan daya tarik atau tension.

Hal ini disebabkan karena beton cukup kuat dalam kompresi akan tetapi begitu lemah dalam tarikan. Untuk kelebihannya sendiri akan membuatnya semakin banyak dipakai dalam konstruksi bangunan.

Kolom Baja

Jenis kolom ini biasanya akan digunakan dalam konstruksi struktur baja. Kolom yang dikenal jauh lebih fleksibel, kuat, serta tahan lama jika dibandingkan dengan kolom beton.

Kolom Kayu

Kolom kayu sebenarnya sudah banyak dipakai sebelum orang melirik kolom beton. Hal ini disebabkan karena kayu itu mudah ditemukan.

Akan tetapi jika ingin lebih tahan diperlukan perawatan yang tepat.

Kolom Bata

Untuk jenis ini, kini menjadi pilihan banyak orang untuk struktur penahan beban. Perannya sendiri begitu penting untuk meningkatkan struktur susunan bata.

Kolom Balok

Kolom balok ini sendiri berasal dari balok beton semen atau yang disebut dengan balok ACC. Berat strukturnya sendiri jauh lebih ringan jika dibanding dengan kolom beton.

Kolom Batu

Sama seperti namanya, kolom ini dibuat dari bebatuan. Kolom batu ini kerap sekali dipakai sebagai suplemen yang akan menambah nilai estetika dari bangunan.

Semua yang disebutkan di atas merupakan jenis kolom yang ada pada struktur konstruksi. Tentunya, pemakaian kolom akan disesuaikan dengan kebutuhan dan konstruksi yang dibangun.

Leave a Comment