Pengertian Tanah: Fungsi, Sifat, Komposisi, Proses Pembentukan, Jenis

Tanah adalah komponen Bumi yang fungsinya esensial. Tanpa tanah, kehidupan makhluk hidup tidak akan berlangsung. Berikut pembahasan lengkap tentang pengertian tanah, fungsi, sifat, serta jenis-jenisnya.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Beberapa peneliti menafsirkan tanah sebagai berikut:

A.S. Thaer (1909)

Permukaan planet terdiri atas bahan remah dan lepas yang disebut tanah, yang merupakan akumulasi dan campuran berbagai bahan, seperti unsur-unsur: Si, Al, Ca, Mg, Fe, dll.

Friedrich Fallou (1855)

Tanah dianggap sebagai hasil pelapukan oleh waktu yang menggerogoti batuan keras dan lambat laun mengadakan dekomposisi.

Pengertian Tanah Menurut UUPA

Sesuai dengan kandungan pasal 4 ayat 1 dan pasal 12 UUPA, tanah adalah bagian permukaan bumi.

Sementara hak atas tanah memiliki arti hak atas sebidang permukaan bumi atau tanah dengan dimensi ukuran panjang dan lebar.

Pengertian Tanah dalam Pertanian

Dalam ilmu kesuburan tanah atau edafologi, tanah adalah media pendukung kehidupan. Edafologi atau ilmu tanah terapan mempelajari hal-hal terkait tanah selaku media pertumbuhan tanaman, serta upaya memperbaiki produktivitas tanah.

Pengertian Tanah dalam Geografi

Menurut konteks geografi, tanah adalah bagian alam yang melapisi permukaan bumi dengan berbagai sifat dan jenis.

Fungsi Tanah

Setelah memahami pengertian tanah, berikut disajikan beberapa fungsi tanah, terutama manfaatnya terhadap keberlangsungan hidup manusia, antara lain:

Produktivitas Pertanian

Bidang pertanian membutuhkan sekitar 95% bidang tanah untuk pertumbuhan makanan. Penduduk bumi yang padat perlu diimbangi dengan pasokan makanan yang cukup.

Tak heran tanah yang dibutuhkan untuk produktivitas pertanian sangat besar jumlahnya. Tingkat produktivitas tanah ikut berpengaruh pada kualitas produksi.

Pencegah Banjir

Tanah berfungsi sebagai spons alami. Tanah berfungsi untuk menangkap air hujan yang turun. Dengan begitu air tidak menggenang dan berujung banjir.

Inilah salah satu penyebab banjir yang terjadi di perkotaan, di mana sebagian besar permukaan tertutup oleh beton. Air hujan kekurangan area resapan air.

Penyedia Air Tanah Bersih

Air hujan yang meresap ke tanah akan kembali ke akuifer. Sebelum ke akuifer, senyawa berbahaya yang terkandung pada air hujan diuraikan oleh organisme tanah.

Sehingga aman dikonsumsi makhluk hidup. Tanpa tanah, air hujan tidak bisa kembali ke akuifer untuk diuraikan.

Munculnya Keanekaragaman Hayati

Pertumbuhan keanekaragaman hayati disebabkan oleh dekomposisi oleh organisme pengurai. Organisme tersebut mengubah jasad makhluk hidup yang mati menjadi unsur hara.

Tanah pun menjadi subur dan mudah ditumbuhi berbagai tanaman.

Sifat Tanah

Sifat tanah terbagi menjadi sifat fisik dan sifat kimia, berikut uraian lebih rincinya:

Sifat Fisik

  • Tekstur tanah, yaitu salah satu faktor yang mempengaruhi daya serap tanah.
  • Konsistensi tanah, yaitu sifat yang menentukan gaya adhesi dan kohesi pada berbagai kelembaban.
  • Warna tanah, warna disebabkan oleh bahan organik dan organisme yang terkandung di dalamnya.
  • Suhu tanah, semakin hangat suhunya, maka semakin tinggi aktivitas mikrobiologi di dalamnya.
  • Struktur tanah, sifat yang berperan dalam pembentukan, ukuran dan kepadatan tanah.

Sifat Kimia

  • Unsur hara, yaitu nutrisi yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.
  • pH tanah, yaitu tingkat keasaman tanah. Tanah normal memiliki pH sekitar 6,6 hingga 7,5.

Komposisi Tanah

Pada dasarnya, komposisi tanah terdiri dari mineral, air, udara dan bahan organik. Masing-masing komposisi memiliki peran yang penting, berikut uraiannya:

Mineral

Tanah mencakup sekitar 45% mineral. Kandungan mineral pada tanah sangat dibutuhkan tumbuhan untuk mendorong pertumbuhan. Tanpa mineral perkembangan tumbuhan tidak optimal.

Air

Kandungannya sekitar 25% pada tanah. Air berperan untuk membantu tanaman melakukan proses fotosintesis.

Udara

Komponen selanjutnya adalah udara, di mana mencakup 25% bagian tanah. Udara menjadi penyokong kehidupan organisme yang ada di dalam tanah, meliputi semut, cacing dan lain-lain.

Bahan Organik

Dan yang terakhir adalah bahan organik. Persentasenya paling rendah, hanya 5%. Bahan organik terbentuk dari proses dekomposisi oleh organisme tanah.

Proses Pembentukan Tanah

Pengertian tanah menyebutkan proses pembentukan tanah melewati waktu yang panjang. Dimulai dari pelapukan batu, penguraian struktur tanah, pelapukan oleh tumbuhan dan penyuburan. Lebih jelasnya diuraikan pada pembahasan berikut:

Tahap Pelapukan Batuan

Pelapukan batuan disebabkan oleh faktor cuaca dan iklim sehingga mengubahnya menjadi butiran kecil.
Sebenarnya pelapukan terbagi menjadi 3 jenis, antara lain pelapukan kimiawi, pelapukan fisik dan pelapukan biologi.

Tahap Pelunakan Struktur Batuan

Butiran batu yang mengalami pelapukan kemudian menjalani proses pelunakan. Air dan udara adalah zat yang berperan penting dalam proses pelunakan struktur batuan.

Kedua zat ini memasuki celah-celah batuan untuk menjalankan prosesnya. Selain itu, kedua zat tersebut juga memancing makhluk hidup untuk tumbuh di atasnya, seperti lumut.

Tahap Pelapukan oleh Tumbuhan Perintis

Tumbuhan perintis adalah beragam jenis tumbuhan selain lumut. Akar-akar tumbuhan tersebut memecah batuan yang sudah lunak. Inilah yang menjadi awal pelapukan biologi.

Tahap Penyuburan

Tahap terakhir adalah sebagai penyempurna. Mineral yang dihasilkan dari pelapukan batuan berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanah.

Selain itu, bahan organik yang berasal dari kotoran dan makhluk hidup yang mati turut meningkatkan kesuburan tanah.

Jenis Jenis Tanah

Seperti yang disebutkan pada pengertian tanah di atas, tanah memiliki sifat dan jenis yang bermacam-macam. Berikut adalah beberapa jenis tanah yang ada di bumi:

Tanah Aluvial

Yaitu jenis tanah yang terbentuk dari endapan lumpur yang terbawa oleh gerakan air sungai.

Tanah Andosol

Yaitu jenis tanah yang disebabkan proses vulkanisme gunung berapi.

Tanah Entisol

Tanah entisol terbentuk dari pelapukan material perut gunung berapi, seperti pasir, debu, lahar dan lapili.

Tanah Grumusol

Yaitu tanah yang dihasilkan dari pelapukan tufa dan batu gamping.

Tanah Humus

Tanah humus terbentuk oleh pelapukan tumbuhan, sehingga bagus untuk pertumbuhan tanaman.

Tanah Laterit

Yaitu tanah laterit yang mengandung zat besi dan alumunium, sehingga berwarna merah.

Tanah Organosol

Yaitu tanah yang dihasilkan dari pelapukan benda organik di daerah beriklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.

Tanah Liat

Yaitu tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan silika yang disebabkan oleh asam karbonat. Ada juga yang terbentuk akibat aktivitas panas bumi.

Pada dasarnya pengertian tanah adalah bagian bumi yang dihasilkan dari proses pelapukan batuan selama jutaan tahun.
Tanpa disadari tanah ternyata memegang peranan penting dalam keberlangsungan makhluk hidup.

Leave a Comment