Tanah Liat: Pengertian, Ciri-ciri, Kegunaan, Proses Pembentukan

Pada zaman dahulu tanah liat sering digunakan sebagai mainan oleh sebagian anak di pedesaan. Memiliki tekstur yang liat serta mudah dibentuk, membuatnya dinamakan tanah liat

Pengertian Tanah Liat

Secara umum tanah liat adalah tanah yang memiliki kandungan aluminium atau silika yang super halus. Dalam tanah liat ini juga terkandung beberapa unsur lainnya seperti oksigen dan silikon. Pada dasarnya tanah liat ini merupakan partikel mineral dengan kerangka dasar silikat kecil didalamnya.

Silikat yang terkandung dalam tanah liat ini memiliki diameter sekitar 4 mikrometer. Mineral inilah yang membuat tanah liat cocok digunakan sebagai bahan baku kerajinan.

Teksturnya yang elastis membuat tanah liat mudah untuk dibentuk, menjadi benda seperti pot tanaman, vas bunga, patung dan beberapa barang unik lainnya. Selain itu, bisa didapatkan dengan mudah hampir di semua daerah.

Kegunaan Tanah Liat

Jika selama ini Anda hanya mengetahui manfaat tanah liat untuk kerajinan saja, ternyata tanah liat atau tanah lempung ini memiliki manfaat untuk kesehatan manusia.

Menurut sebuah penelitian, terdapat sekitar 65 kandungan mineral dalam tanah liat. Kandungan mineral seperti zat besi, zinc, kalsium, mangan, silika, magnesium dan lain sebagainya dapat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

Berikut beberapa manfaat dari tanah liat yang bisa Anda pelajari.

1. Berfungsi untuk Insulasi Panas

Keuntungan menggunakan tanah liat ini diantaranya sebagai insulasi panas. Beberapa bangunan rumah yang terbuat dari tanah liat, bisa digunakan sebagai insulasi rumah alami yang bisa Anda coba.

Tanah liat dapat menyerap, mengalirkan panas hingga menghantarkan panas secara efektif. Sehingga suasana dalam rumah Anda akan terasa lebih nyaman dan sejuk.

Rumah yang bahan utamanya dari tanah liat dapat dirasakan secara langsung perbedaannya.

2. Detoksifikasi Tubuh

Salah satu manfaat tanah liat adalah sebagai detoksifikasi tubuh. Hal tersebut karena tanah liat mengandung beberapa muatan listrik negatif yang bagus untuk penangkal racun dalam tubuh manusia.

Racun merupakan penyebab utama timbulnya alergi pada makanan, masalah pencernaan dan lain-lain.

3. Pemurni Air

Tanah liat bisa digunakan untuk mengurangi racun dalam makanan atau minuman, maka dari itu tanah liat juga bisa berfungsi sebagai pemurni air alami.

Anda bisa mencampur tanah liat dengan magnesium klorida untuk memurnikan air.

Kesimpulannya, tanah liat adalah sejenis tanah dengan berbagai kandungan mineral yang bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Tidak hanya itu tanah liat juga bisa didaur ulang dan digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Proses Pembentukan Tanah Liat

  • Tanah liat adalah suatu jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan kerak bumi. Sebagian unsur dari kerak bumi ini disusun dengan batuan feldspatik atau sering disebut dengan batuan granit.
  • Sementara pelapukan kerak bumi tersebut memiliki beberapa unsur di dalamnya seperti oksigen, silikon, aluminium yang merupakan unsur terbanyak dari terbentuknya tanah liat.
  • Proses pelapukan kerak bumi sendiri bermula dari aktivitas panas bumi yang dihasilkan oleh asam karbonat.
  • Kemudian adanya proses pelapukan kerak bumi oleh aktivitas asam karbonat inilah yang menjadi asal mula terbentuknya tanah liat atau tanah lempung.

Jenis Jenis Tanah Liat

Ternyata dari pengertian tanah liat adalah tanah dengan kandungan aluminium dan silika didalamnya, terbagi dalam beberapa jenis. Terdapat lebih dari satu jenis tanah liat yang bisa Anda temui.

Setiap jenis dari tanah liat atau tanah lempung ini, dibedakan menurut karakteristiknya masing-masing.
Berikut beberapa jenis-jenis tanah liat atau tanah lempung yang bisa Anda pelajari secara mandiri dirumah.

1. Tanah Liat Primer

Jenis tanah liat yang pertama adalah tanah liat primer. Tanah liat ini merupakan sejenis tanah liat atau tanah lempung yang terbentuk dari pelapukan batu feldspatik.

Pelapukan batuan feldspatik tersebut, dihasilkan melalui tenaga endogen yang tidak berpindah dari batu asal pembentuknya.

2. Tanah Liat Sekunder

Berdasarkan sifatnya, jenis tanah liat selanjutnya adalah tanah liat sekunder.

Secara garis besar tanah liat sekunder yang berasal dari batuan sedimen ini merupakan jenis tanah hasil pelapukan batuan feldspatik berpindah.

Proses pelapukan batuan, berjenis feldspatik dapat terjadi karena adanya tenaga endogen yang menyebabkan butir-butir tanah mengendap pada dataran rendah seperti rawa, sungai hingga tanah di danau.

Ciri-Ciri Tanah Liat

Primer

  • Terdapat beberapa proses pembentukan tanah liat primer ini, diantaranya dibantu oleh komponen tenaga air serta tenaga uap panas dari perut bumi.
  • Sedangkan ciri-ciri dari tanah liat primer ini antara lain memiliki warna putih kusam, dikarenakan, sifat tanah liat primer yang tidak bisa berpindah tempat, sering dikenal dengan tanah liat murni, biasanya jenis tanah liat ini berada di tempat tinggi seperti dataran tinggi, memiliki daya tahan akan api yang tinggi, memiliki butiran kasar dan lain sebagainya.
  • Sementara untuk suhu matang dari tanah liat adalah 1300 sampai 1400 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai suhu tertinggi yaitu 1750 derajat celcius untuk mematangkan tanah liat primer ini.

Sekunder

  • Ciri-ciri dari tanah liat sekunder warna cenderung muda seperti krem dan coklat. Hal tersebut bisa terjadi pada tanah liat sekunder karena proses pelapukan yang membutuhkan waktu lama.
  • Namun pada proses pelapukan tanah sekunder dengan berbagai proses ini, telah tercampur jenis tanah lainnya. Suhu api dari tanah liat adalah sekitar 1200 sampai 1300 derajat celcius.
  • Biasanya tanah liat sekunder memiliki daya tahan api yang lebih rendah jika dibandingkan dengan tanah liat primer. Tanah liat sekunder juga bisa dibilang kurang murni pembentukannya.

Tempat Mencari Tanah Liat

Biasanya tanah liat ini bisa kita temukan di daerah yang mempunyai suhu lembab dan juga memiliki kandungan air, contohnya di daerah sisi sungai, danau, ataupun rawa.

Baca Juga : Mengenal Asal Muasal Tanah Lempung

Leave a Comment