Pengertian Peltier: Penggunaan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Peltier merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam dunia elektronika. Seperti apa wujud ‘alat’ ini dan apa saja kegunaan atau fungsi yang dimilikinya?

Pengertian Peltier

Peltier adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk berupa lempengan dan berguna untuk menciptakan efek, baik panas maupun dingin, pada suatu alat tertentu.

Setiap kali mendengar nama tersebut, banyak orang membayangkan suatu alat. Padahal berdasarkan sejarahnya, peltier bukanlah alat tetapi merupakan suatu efek dari sebuah komponen kelistrikan.

Agar lebih mudah menyebut efek tersebut, banyak orang menggunakan nama lain yaitu alat pendingan. Sedangkan komponen yang mampu menghasilkan efek tersebut bernama TEC.

Thermo-Electric Cooler (TEC) mendapatkan aliran tegangan listrik yang mampu menghasilkan efek dingin di satu sisi serta efek panas di sisi lain, secara bersamaan.

TEC akan memompa panas yang ada di sisi dingin agar menuju ke sisi lain yang adalah tempat untuk keluar panas.

Penggunaan Efek Peltier Pada Berbagai Benda

Efek dingin ini dapat dimanfaatkan di satu sisi dengan efek panas yang ada di sisi lain. Kombinasi efek tersebut dapat dimanfaatkan di berbagai alat elektronik yang mempunyai cara kerja manual.

Meskipun kapasitasnya tidak terlalu besar, efek ini dapat memberikan manfaat, terutama dalam pembuatan berbagai alat elektronik, antara lain:

1. Kulkas Mini

Alat elektronik yang satu ini mempunyai fungsi sebagai pembeku dan pendingin. Dengan bantuan efek dingin, Anda dapat menciptakan kulkas versi mini buatan Anda sendiri secara manual.

Sebelum merangkai kulkas mini, Anda perlu memahami tegangan yang diperlukan agar kulkas dapat memberikan efek untuk membekukan.

Agar dapat membuat benda cair membeku, kulkas mini membutuhkan tegangan 60 watt lebih. Kalau besaran tegangannya kurang atau sama, sifat kulkas mini ini hanya akan mendinginkan saja.

Thermal paste juga harus digunakan dalam pembuatan kulkas mini sehingga panas dari peltier dapat disalurkan. Thermal paste menjaga prosesor tetap dingin dan selalu stabil.

Prosesor yang menjadi terlalu panas dan tidak stabil bisa mengakibatkan kerusakan pada alat elektronik yang dilengkapi dengan prosesor tersebut.

2. Alat untuk Menetaskan Telur

Teknologi TEC juga bisa diterapkan dalam pembuatan alat untuk menetaskan telur. Telur dapat menetas jika kelembaban udara dan suhunya sama dengan yang diperoleh dari pengeraman.

Dengan menggunakan teknologi TEX, jumlah telur yang ditetaskan bisa lebih banyak dan akan membutuhkan waktu yang lebih singkat.

Alat untuk menetaskan telur mempunyai 2 bagian utama, yaitu bidang untuk meletakkan telur atau bidang mekanik yang biasanya dibuat dari tripleks.

Bagian lain adalah ruang elektrik yang isinya adalah pengontrol suhu dan rancangan pemanas. Ruang elektrik inilah yang membutuhkan teknologi TEC untuk membantu menetaskan telur.

3. Pendingin untuk Prosesor

Ada banyak alat pendingin untuk prosesor yang menggunakan efek peltier dan dapat dibeli secara online. Bagaimana cara menggunakannya?

Teknologi TEC dapat membantu mendinginkan prosesor, seperti halnya heatsink dan kipas. Untuk bisa menggunakan teknologi ini, Anda perlu memahami terlebih dulu tegangan yang diperlukan.

Setelah itu Anda bisa menyesuaikan keefektifan alat pendingin proses yang akan diciptakan. Prosesor biasanya membutuhkan pendingin dengan temperatur antara -50°C hingga 80°C.

Dengan menggabungkan penggunaan pendingin prosesor, heatsink, kipas prosesor, dan teknologi TEC, prosesor dapat bekerja dengan lebih stabil dan dalam suhu yang rendah.

Hasilnya, alat elektronik yang menggunakan prosesor tersebut dapat bekerja dengan lebih optimal.

Berbagai Manfaat Menggunakan Teknologi TEC

Penggunaan teknologi TEC mempunyai berbagai manfaat. Di bawah ini adalah beberapa contoh manfaat yang bisa dirasakan dengan memanfaatkan teknologi TEC:

1. Perawatan lebih mudah dilakukan

Pada teknologi TEC, bagian-bagiannya tidak ada yang bergerak. Hal ini membuat perawatan lebih mudah dilakukan dan bahkan tidak perlu sering-sering dilakukan.

2. Tidak ada CFC

Tidak adanya kloro fluoro karbon dalam teknologi ini membuat kontrol suhu bisa lebih dipertahankan dengan baik dalam fraksi derajat.

3. TEC mempunyai bentuk yang fleksibel

Bentuk yang fleksibel dan ukurannya yang sangat kecil membuatnya lebih cocok untuk digunakan di lingkungan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan alat pendinginan konvensional.

4. Teknologi yang awet dan tahan lama

Teknologi TEC mempunyai umur yang panjang. MTBF atau rata-rata waktu antara kegagalannya mencapai lebih dari 100.000 jam.

5. Mudah untuk dikendalikan

Pengendalian alat ini juga sangat mudah. Anda bisa mengendalikan teknologi TEC penghasil efek peltier ini dengan cara mengubah aliran atau tegangan input.

Bentuk TEC dan Berbagai Ukuran yang Tersedia

TEC merupakan susunan dari berbagai untaian thermocouple yang dirangkai secara seri. Seluruh rangkaian tersebut dikemas dalam sebuah wadah berbentuk persegi.

Ukuran fisik teknologi TEC ini bervariasi. Tapi standar ukuran yang paling sering dijumpai adalah 4cm x 4 cm dan memiliki ketebalan 4 mm.

Kelebihan dan Kekurangan TEC

Alat penghasil efek peltier ini mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kelemahan yang dibawa oleh teknologi TEC:

Kelebihan

  • Praktis dan mempunyai ukuran yang kecil.
  • Proses pemasangan atau instalasinya mudah.
  • Tidak membutuhkan dukungan mekanik yang rumit dan besar.
  • Bisa diterapkan di berbagai perangkat pendingin yang bersifat portable.
  • Tidak gampang rusak, asalkan penanganan panas dan pemberian tegangan serta arus sesuai dengan yang telah ditentukan.

Kekurangan

  • Kemampuan untuk mendinginkan masih terbatas
  • Tingkat efisiensi masih rendah, 10-15% saja.

Alat TEC yang menghasilkan efek peltier yang unik ini akan sangat bermanfaat jika Anda memahami cara menggunakannya dengan benar.

Pastikan Anda memahami berbagai langkah untuk menggunakan teknologi TEC dalam pembuatan berbagai alat agar teknologi ini dapat berfungsi dengan lebih optimal.

Leave a Comment