Pengertian Bahan Tekstil: Sejarah, Jenis, Fungsi, Sifat, Contoh Kerajinan

Khusus pada pembahasan ini akan dikupas tuntas mengenai pengertian bahan tekstil lengkap dengan jenis-jenisnya. Mari disimak baik-baik!

Pengertian Bahan Tekstil

Singkatnya, bahan tekstil diartikan sebagai bahan yang terbuat dari serat yang diproses menjadi benang.

Pendapat lain mengatakan bahwa tekstil adalah anyaman yang saling mengikat, rajutan, atau tenunan. Selain itu, ada juga beberapa tanggapan mengenai pengertian bahan tekstil.

Tekstil adalah suatu kerajinan tangan yang hasil akhirnya berupa kain atau hasil tenun.

Pendapat lain tentang pengertian bahan tekstil yaitu terkadang tekstil diartikan sebagai suatu karya seni yang dibuat dari bahan tekstil, yaitu bahan yang berbahan dasar dari serat.

Serat mengalami proses khusus yang mengubahnya menjadi benang. Benang merupakan komponen pokok dalam pembuatan pakaian dan produk sejenisnya.

Sejarah Tekstil

Beberapa peneliti mengatakan bahwa bahan tekstil bisa ditemukan di zaman Batu Baru, yakni sekitar tahun 2000-8000 SM.

Pernyataan tersebut didasari atas penemuan alat tenun batu atau gelondong benang. Bukti tersebut menunjukkan bahwa tenun sudah ada sejak zaman tersebut.

Semenjak tahun 300 SM, tekstil mulai menyebar ke wilayah timur ke barat. Penyebaran semakin meluas saat bala tentara Iskandar Agung membawa bahan-bahan tekstil dari Pakistan.

Mereka bertanggung jawab atas perdagangan kain secara massif di wilayah Benua Biru atau Eropa.

Jenis dan Sifat Bahan Tekstil

Selain bicara seputar pengertian bahan tekstil, perlu juga mengetahui tentang material penyusunnya.

Dari material penyusunnya, tekstil terbagi menjadi dua jenis, yaitu tekstil serat alami dan tekstil serat buatan. Seperti apa perbedaannya? Simak di bawah ini:

  • Serat Alami

Sutra

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sutra berasal dari ulat sutra atau ngengat. Berasal dari hewan, benang sutra mengandung protein sebagai salah satu komposisinya.

Sutra dikenal membuat pakaian tampak berkilau, hal ini disebabkan oleh sifatnya yang bisa membiaskan cahaya.

Meski rentan rusak akibat paparan matahari dan serangan serangga, sutra diakui memiliki kekuatan yang bagus, ringan, lembut dan tidak licin.

Kapas

Serat alami satu ini terbuat dari olahan biji kapas. Memiliki struktur yang datar, melengkung seperti pita dan memiliki rongga, menjadikannya tidak gerah saat dikenakan.

Serat alami yang banyak digunakan memiliki karakteristik yang halus, kuat serta mampu menyerap dengan baik. Namun kapas mudah rusak dan berkerut jika tidak dirawat.

Wol

Wol adalah serat yang berasal dari kulit domba. Jenis domba turut mempengaruhi kualitas seratnya. Beberapa serat wol lembut, namun ada juga yang kasar dan mudah berkerut.

Wol banyak digunakan dalam pembuatan baju tebal atau sweater, karena sifatnya yang lembut dan mampu menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

Linen

Linen adalah serat alami yang berasal dari tanaman rami yang diolah khusus, ini yang menjadikannya memiliki nilai jual yang fantastis.

Karena itu tidak banyak industri yang memproduksi bahan tekstil linen dalam skala besar.

Serat linen terdiri dari susunan pektin, abu, selulosa, dan jaringan kayu. Pakaian yang terbuat dari linen bisa dipakai saat cuaca panas, karena terasa sejuk di kulit.

  • Serat Buatan

Akrilik

Akrilik adalah serat sintetis yang terbuat dari akrilonitril. Karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan kain wol, sehingga sering disebut sebagai imitasi wol.

Memiliki elastisitas yang baik serta tidak mudah sobek, akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis sofa maupun kursi.

Rayon

Rayon adalah bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan gaun, blus, pelapis jas, jaket, sprei, selimut hingga handuk.

Terbuat dari serat sintetis, bahan rayon tetap menawarkan sifat yang halus, lembut, berkilau dan memiliki daya serap yang baik.

Rayon berbahan dasar dari polimer alami, yaitu sejenis serat selulosa. Karena itu rayon tidak disamakan sebagai serat alami maupun sintetis.

Poliester

Poliester memiliki sifat tidak menyerap, namun kuat. Karakteristik tersebut menjadikan poliester banyak digunakan dalam pembuatan topi, jaket dan kemeja.

Poliester sendiri terbuat dari polimer sintetik rantai yang tersusun dari oksigen, karbon, serta hidrogen.

Selain pakaian, poliester banyak dipilih dalam pembuatan perabot rumah, seperti sprei, selimut hingga sabuk pengaman.

Nilon

Dari gabungan rantai karbon, nitrogen, hidrogen dan oksigen, terciptalah serat sintetis yang dinamakan nilon.

Nilon diakui mempunyai daya tahan yang tinggi, lentur, termoplastik, dapat mengkilap, serta tahan terhadap serangan serangga maupun jamur.

Spandeks

Terbuat dari susunan nitrogen, karbon, oksigen, dan hidrogen yang saling menempel membentuk rantai panjang.

Sifatnya meliputi elastisitas tinggi, retensi tinggi, awet dan nyaman. Umumnya spandex digunakan dalam pembuatan pakaian renang, aerobik, kaus kaki, legging dan lain-lain.

Fungsi Kerajinan Tekstil

Setelah memahami sejarah dan pengertian bahan tekstil, maka patut untuk mengetahui kegunaan tekstil, antara lain:

  • Kebutuhan busana, meliputi celana, rok, kemeja, kaus kaki, dasi, dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan olahraga, meliputi pakaian olahraga dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan industri, meliputi conveyor, ikat pinggang, tali, pakaian karyawan dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan medis, meliputi busana pasien, pakaian dokter, perban, dan lain sebagainya.
  • Kebutuhan militer, meliputi tenda, parasut, ransel hingga pakaian untuk tempur.
  • Kebutuhan penyangga struktur tanah, meliputi geotekstil. Yakni serat poliester yang diproses secara khusus.

Contoh Pewarna Bahan Tekstil

Tekstil diberi warna untuk meningkatkan nilai estetika. Pewarna tekstil sendiri terbagi menjadi dua, antara lain:

Pewarna Alami

Pewarna ini berasal dari alam maupun dibuat sendiri. Adapun pewarna alami yang sering digunakan meliputi kayu secang, kunyit, kulit soga, daun jati, mengkudu, nila, dan lain-lain.

Pewarna Sintetis

Pewarna sintetis atau pewarna buatan dihasilkan dari pencampuran bahan kimia, sehingga menciptakan warna yang lebih berani dan mencolok.

Adapun pewarna sintetis yang sering dipakai meliputi benzene, rhodamine A, rhodamine B, naftalena, naaptol, dan lain-lain.

Berbekal pemahaman seputar pengertian bahan tekstil dan sejumlah perlengkapan, Anda tentu bisa membuat bahan tekstil sendiri di rumah. Tertarik untuk mencoba?

Leave a Comment