Bagaimana Listrik Dapat Sampai Kerumah Kita

Bagaimana listrik dapat sampai ke rumah kita? Perlu diketahui bahwa proses penyaluran energi listrik melibatkan beberapa tahap mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga sampai ke rumah konsumen, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Namun, rincian mengenai mekanisme penyaluran energi listrik ini masih merupakan informasi yang umum. Adapun, alur penyaluran energi listrik dari gardu induk hingga ke rumah-rumah melibatkan proses yang lebih kompleks.

Bagaimana, sebenarnya, jalur penyaluran energi listrik ini diatur dari gardu induk hingga mencapai pelanggan rumah tangga? Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyalurkan listrik sampai ke rumah:

1. Energi Listrik Dihasilkan Pembangkit Listrik

Pertama kali, energi listrik diproduksi di pusat pembangkit listrik. Proses penghasilan listrik dimulai dengan menggunakan turbin sebagai sumber daya awal yang bergerak (prime mover). Setelah itu, generator bertugas mengubah energi dari turbin menjadi energi listrik yang dapat digunakan.

2. Energi listrik di GITET

Setelah energi listrik diproduksi, langkah selanjutnya adalah meningkatkan tegangan melalui Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), yang biasanya terletak di pusat-pusat pembangkit listrik.

Dalam GITET, peran kunci diemban oleh transformator, yang bertanggung jawab untuk mengubah tegangan dari tingkat generator sebesar 11,5 kV menjadi tegangan transmisi atau tinggi sebesar 150 kV.

3. Energi Listrik Disalurkan Melalui SUTT atau SUTET

Setelah meninggalkan GITET, arus listrik mengalir melalui dua jenis saluran primer, yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) serta Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), hingga mencapai Gardu Induk.

SUTT berperan sebagai medium transmisi energi listrik antar-daerah dengan rentang tegangan berkisar dari 70 hingga 150 kV. Di samping itu, SUTET dimanfaatkan untuk mengirimkan arus listrik antar-daerah dengan menggunakan kawat tanpa lapisan isolasi serta memiliki tegangan yang melebihi 230 kV.

4. Energi Listrik Diturunkan Tegangannya Melalui Trafo di Gardu Induk

Pada Gardu Induk, dilakukan penurunan voltase energi listrik sehingga menghasilkan tegangan menengah sekitar 20 kV. Gardu Induk ini terdiri dari berbagai perangkat listrik yang berperan dalam mengubah tegangan listrik, baik untuk meningkatkannya maupun menurunkannya.

5. Energi Listrik Disalurkan Kelalui SUTM atau SKTM

Dari Gardu Induk, aliran energi listrik dialirkan melalui Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) atau Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) menuju Gardu Distribusi (GADIS). Proses ini menandai awal dari perjalanan energi listrik, dimulai dari sumber utama hingga mencapai Gardu Distribusi, dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

SUTM, sebagai sistem penghantar tanpa lapisan insulasi yang terbentang di langit, didukung oleh struktur tiang listrik. Penggunaan SUTM di Indonesia terutama untuk mengalirkan daya listrik dengan tegangan menengah. Di sisi lain, SKTM merujuk pada jaringan distribusi energi listrik yang tersembunyi di dalam tanah, memberikan alternatif lain dalam penyampaian energi listrik kepada konsumen.

6. Energi listrik diturunkan tegangannya melalui trafo di Gardu Distribusi

Dalam Gardu Distribusi, tegangan listrik dikonversi dari 20 kV menjadi 380 V sebelum diarahkan ke konsumen. Sebagai elemen vital dalam infrastruktur distribusi energi, Gardu Distribusi memainkan peran penting dalam menyediakan koneksi antara jaringan listrik dan pelanggan, baik pada level tegangan menengah maupun rendah.

7. Energi Listrik Disalurkan Melalui SUTR dan SKTR ke Trafo Distribusi

Dari Gardu Distribusi, tenaga listrik dialirkan melalui dua jalur utama. Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dan Saluran Kabel Tegangan Rendah (SKTR), menuju trafo distribusi yang beroperasi pada tegangan 220 volt.

SUTR berfungsi sebagai saluran distribusi sekunder dengan tegangan di bawah 1 kV, secara langsung mengirimkan daya listrik kepada konsumen. Sementara itu, SKTR bertugas menyampaikan energi listrik ke pelanggan melalui kabel yang terletak di bawah permukaan tanah.

6. Energi Listrik Disalurkan ke Rumah-rumah dan Gedung-gedung

Listrik dialirkan ke berbagai rumah dan bangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara efisien. Sehingga jika semua langkah tersebut telah terpenuhi maka energi listrik bisa langsung tersalurkan ke rumah maupun gedung yang ingin diberi aliran listrik.

Itulah uraian terkait dengan jawaban dari pertanyaaan bagaimana listrik dapat sampai ke rumah kita. Namun untuk menyalurkan aliran listrik tersebut harus melalui beberapa tahapan tersebut dengan benar tanpa terlewat satupun.